Sementara itu, genus B hanya memiliki dua ‘garis keturunan’, yakni Yamagata dan Victoria.
ISPA
Penyebab ISPA amat beragam. Berbagai macam virus dan bakteri mampu menimbulkan ISPA bagian atas, misalnya batuk pilek ‘biasa’, maupun bagian bawah, contohnya pneumonia.
Karena itu, gejalanya sangat bervariasi, tergantung segmen saluran napas yang terlibat. Gejala dapat berupa hidung tersumbat, bersin, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas pada kasus yang parah.
Influenza A juga memiliki gejala serupa, meski demamnya sering melampaui 38 derajat Celsius. Gejala penyerta lainnya dapat berupa kelelahan ekstrem, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk kering.
Sama dengan influenza A, karhutla dan polusi udara merupakan faktor pemicu penting timbulnya ISPA.

NOW ON AIR SSFM 100

