Kamis, 24 September 2026

Ketika Influenza A “Berkolaborasi” dengan Polusi Udara

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Karhutla melanda blok Ranu Kembang di kawasan Gunung Semeru pada Rabu (26/8/2026) sore kemarin. Foto: Istimewa

Sementara itu, genus B hanya memiliki dua ‘garis keturunan’, yakni Yamagata dan Victoria.

ISPA
Penyebab ISPA amat beragam. Berbagai macam virus dan bakteri mampu menimbulkan ISPA bagian atas, misalnya batuk pilek ‘biasa’, maupun bagian bawah, contohnya pneumonia.

Karena itu, gejalanya sangat bervariasi, tergantung segmen saluran napas yang terlibat. Gejala dapat berupa hidung tersumbat, bersin, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas pada kasus yang parah.

Influenza A juga memiliki gejala serupa, meski demamnya sering melampaui 38 derajat Celsius. Gejala penyerta lainnya dapat berupa kelelahan ekstrem, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk kering.

Sama dengan influenza A, karhutla dan polusi udara merupakan faktor pemicu penting timbulnya ISPA.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
27o
Kurs