Karhutla
Indonesia bukan satu-satunya negara yang kewalahan menghadapi problem musiman tersebut. Di berbagai belahan dunia, mulai Eropa, Asia, Australia, Afrika, hingga Amerika, negara-negara menghadapi krisis karhutla dan polusi udara.
Perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem memantik ‘musibah ekologi’.
Karhutla dan perubahan iklim bagaikan dua sisi fenomena interaktif yang membentuk lingkaran setan. Krisis iklim, cuaca ekstrem, dan fenomena El Nino memicu timbulnya karhutla. Sebaliknya, karhutla mengakibatkan efek rumah kaca dan memperparah krisis iklim.
Dampak berantai tersebut memantik perubahan ekologi hingga merugikan eksistensi makhluk hidup. Tidak hanya manusia, flora, dan fauna yang terdampak, tetapi juga siklus evolusi mikroba.
Beragam mikroba, khususnya virus, bisa ‘marah besar’. Mutasi menjadi patogen yang lebih berbahaya merupakan salah satu pilihan adaptif. Virus mutan berpotensi membentuk ‘wajah baru’ yang belum dikenali sistem imun manusia. Risiko bahayanya pun meningkat.

NOW ON AIR SSFM 100

