Selasa, 25 Agustus 2026

Ketum GP Ansor Ajak Kader Jaga Suasana Kebatinan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Addin Jauharudin Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor. Foto: GP Ansor

Addin Jauharudin Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor meminta seluruh kader Ansor untuk ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, pada 27-31 Agustus 2026.

“Belakangan ini kita merasakan kesedihan yang dipikul saudara kita di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan. Ini kondisi yang patut kita jadikan kontemplasi, mendoakan agar Indonesia selalu dalam lindungan Allah Swt,” ujar Addin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (23/8/2026), saat Rakornas GP Ansor, lapor Antara.

Addin mengatakan, kader Ansor harus mengedepankan kepekaan sosial yang lebih humanis di tengah kondisi Indonesia yang membutuhkan pelukan antarsesama saudara, apalagi dalam waktu dekat juga akan digelar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

“Saya masih meyakini bahwa apa yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama, akan berdampak dengan kondisi Indonesia. Oleh karena itu, dengan menjaga suasana tetap kondusif, maka sebenarnya kita juga ikut menjaga Indonesia,” katanya.

Seiring dinamika jelang muktamar NU, Addin menegaskan pentingnya soliditas kader dan organisasi. Menurutnya, muktamar hendaknya dirayakan dengan gembira, dan GP Ansor beserta Banser menjamin keamanan dan kenyamanan selama muktamar berlangsung.

Addin berharap hasil Muktamar nanti bisa memberikan kontribusi positif bagi beragam persoalan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia. Menurutnya, PBNU bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat ini, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga sosial, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Tantangan bernegara ke depan tidak mudah, olehnya kita harapkan PBNU hadir untuk terlibat menyelesaikan persoalan yang ada. Berjalan seiringan dengan pemerintah, dengan pihak-pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani problem kerakyatan dan memberikan masukan kritis-konstruktif dalam rangka perbaikan,” kata dia.

Addin meminta agar kader mengeratkan hubungan dengan para kiai di daerah, para tokoh lokal, hingga melakukan ziarah dan doa untuk raja-raja nusantara, demi menyambung energi spiritual dalam menjaga semangat kebangsaan.

Selain mengajak para kader menjaga suasana kebatinan Indonesia menjelang Muktamar, dalam Rakornas GP Ansor tersebut juga dimatangkan agenda organisasi, baik di bidang kaderisasi, penguatan kelembagaan, keterlibatan partisipatif dalam swasembada pangan, hingga aktivasi ekonomi dan kemandirian organisasi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).

“Karena para pendahulu kita, Mbah Wahab, H. Hasan Gipo juga mempunyai gagasan luar biasa tentang ekonomi. Melalui Nahdlatut Tujjar dan konsep koperasi seperti Syirkatul ‘Inan, termasuk secara personal kesemuanya aktif memperkuat ekonomi kaum Nahdliyin,” kata Addin.(ant/iss)(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
32o
Kurs