“Kami berharap pemilihan rektor dilakukan lebih terbuka. Idealnya sivitas akademika memiliki porsi yang lebih besar untuk memberikan suara, kemudian sisanya menjadi kewenangan Menteri Agama,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, proses pemilihan rektor telah berlangsung dan tinggal menunggu penetapan rektor definitif oleh Menteri Agama. Dalam Pilrek tersebut, Akhmad Muzakki juga menjadi salah satu kandidat dalam proses pemilihannya.
Pada kesempatan itu, dia juga menegaskan, jika somasi yang telah dikirim tidak mendapat tanggapan dari Kemenag, mahasiswa akan kembali menggelar aksi dan menempuh jalur hukum.
“Kami berharap Kemenag segera memberikan tanggapan. Kalau tidak ada respons, kami akan melanjutkan langkah hukum dan kembali menyampaikan aspirasi,” katanya.
Sampai sekarang, Plt Rektor UINSA belum memberi keterangan apa pun terkait desakan mahasiswa.

NOW ON AIR SSFM 100

