Saat kapal mulai bergerak, suara mesin pun relatif tidak terdengar keras. Sistem penggerak listrik membuat perjalanan terasa lebih tenang.
Bagi penumpang, ketenangan ini menjadi salah satu hal yang langsung terasa selama perjalanan. Kapal melaju di atas perairan Kochi tanpa suara mesin yang biasanya cukup dominan pada kapal konvensional.
“Catamaran ini juga jauh lebih stabil dibandingkan kapal biasa yang hanya punya satu lambung,” jelas Joe Paul.
Teknologi itu ternyata tetap ditawarkan dengan tarif yang terjangkau. Penumpang cukup membayar 20 hingga 50 rupee, tergantung jarak perjalanan. Adapun durasi perjalanannya, secara umum berkisar antara 20 hingga 45 menit, tergantung rute yang ditempuh.
Di balik kapal yang terlihat sederhana dari luar, biaya pembangunannya tidak kecil. Untuk kapal dengan spesifikasi seperti WM 22, Joe Paul menyebut biaya pembangunannya saat ini sekitar 14 crore rupee atau sekitar 140 juta rupee.
“Kalau melihat harga pasar sekarang, untuk membangun kapal seperti ini sekitar 14 crore,” pungkasnya. (aul/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

