Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah yang memuliakan murid tercermin dari sikap seluruh warga sekolah yang menerima keberagaman setiap anak dan mendampingi mereka untuk mengembangkan potensinya.
“Memuliakan berarti menerima semua murid dengan segala keadaan mereka, dan kita dampingi mereka karena sesungguhnya mereka yang berbeda-beda itu punya potensi yang besar untuk menjadi orang-orang yang besar,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan pendekatan Deep Learning yang dikembangkan Kemendikdasmen.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya bertujuan memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, tercerahkan, dan mampu menghadirkan kedamaian serta kemajuan.
“Belajar yang tidak sekadar mengumpulkan pengetahuan, tapi belajar di mana kita berusaha untuk dapat menjadi manusia yang berilmu, manusia yang tercerahkan dengan pengetahuan, dan manusia yang dengan pengetahuannya menciptakan damai dan kemajuan di mana pun kita berada. Saya merasa bahwa cara kita mendidik tentu harus dengan semangat saling memuliakan. Dan itulah kuncinya,” ungkap Abdul Mu’ti.

NOW ON AIR SSFM 100

