Ia mengajak warga Surabaya menjadi pahlawan dengan membantu mengentaskan kemiskinan, mencegah anak putus sekolah, menjaga lingkungan, hingga memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Suroboyo Wani itu wani jadi pahlawan. Jadi, kita ini berjuang, pahlawan-pahlawan untuk merebut kemerdekaan, kemerdekaan dari kemiskinan, kemerdekaan dari perpecahan, kemerdekaan putus sekolah. Karena itu, ayo jadi pahlawan,” katanya di Balai Pemuda, Surabaya, seusai parade.
Eri menegaskan, Surabaya sebagai Kota Pahlawan harus mampu melahirkan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial.
Ia berharap semangat tersebut tidak hanya muncul saat peringatan Hari Pahlawan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila juga harus diterapkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas diucapkan dalam upacara atau menjadi slogan.








