Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kalau kelaparan di Sudan dan Jalur Gaza menjadi catatan sejarah paling memalukan. Hal ini disampaikan Antonio Guterres Sekretaris Jenderal PBB dalam sidang Dewan Keamanan PBB, yang digelar Selasa (25/8/2026) kemarin.
Melansir Antara, Guterres melaporkan bahwa pada 2025 tidak hanya mencatat jumlah konflik bersenjata tertinggi sejak Perang Dunia II, tetapi juga tingkat kelaparan global yang mencapai rekor, dengan sedikitnya 266 juta orang menghadapi kondisi kerawanan akut.
Dia mencatat bahwa kekerasan menjadi faktor utama pemicu kelaparan di 12 dari 13 wilayah yang paling terdampak.
“Sebuah kapal tanker minyak yang berlabuh di Selat Hormuz dapat berarti berkurangnya satu kali makan dalam sehari bagi seorang anak di Sudan,” kata Carl Skau Pelaksana Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP).
Skau juga mencatat bahwa di Sudan, harga pangan pokok melonjak hampir 40 persen sejak Februari.

NOW ON AIR SSFM 100

