Rabu, 26 Agustus 2026

PBB Sebut Kelaparan di Sudan dan Gaza Jadi Catatan Sejarah Paling Memalukan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Seorang warga Gaza meratapi puing-puing dari Menara Soussi setinggi 15 lantai di kawasan Tal al-Hawa yang telah luluh lantak dengan tanah usai dibom Israel, Sabtu (6/9/2025). Foto: Al Jazeera

Benoist menjelaskan tentang “jam malnutrisi”, dengan mengatakan bahwa anak-anak mulai mengalami kegagalan fungsi organ dan kondisi sangat kurus dalam waktu tiga pekan setelah kehilangan akses terhadap pangan.

Guterres mendesak Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan proaktif dan tidak menunggu deklarasi kelaparan secara resmi.

“Kita tidak dapat menunggu hingga kelaparan atau kondisi bencana dikonfirmasi secara resmi,” kata Guterres.

Dia mengusulkan penerapan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2417 untuk mencegah perampasan akses warga sipil terhadap pangan dan air.

Selain itu, dia juga menuntut adanya perlindungan terhadap lahan pertanian, pelabuhan, dan fasilitas penyimpanan di pasar, serta mengusulkan sanksi terhadap pihak-pihak yang secara tidak sah menghalangi akses bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, Skau melihat adanya “secercah harapan” di Gaza, tetapi memperingatkan bahwa WFP terpaksa menolak enam dari tujuh anak yang mengalami malnutrisi di Afghanistan akibat kesenjangan pendanaan.(ant/kir/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 26 Agustus 2026
30o
Kurs