PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membebaskan biaya angkut pengiriman bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Roni Abdullah Kepala Cabang Pelni Surabaya mengatakan, fasilitas gratis tersebut berlaku untuk tarif muatan kapal selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTT.
“Program ini berbentuk diskon 100 persen untuk tarif muatan kapal yang difasilitasi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Ini bisa digunakan masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya,” katanya dalam keterangan, Selasa (25/8/2026).
Ia mengatakan bahwa Pelindo, Pelni, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga telah meresmikan Posko Bersama Penerimaan Logistik Bencana di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, seiring dengan tingginya respons masyarakat dalam menyalurkan bantuan.
“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, khususnya di Jatim, kami menginisiasi pembentukan posko bersama di Terminal Gapura Surya Nusantara,” ujarnya.
Posko tersebut, menjadi pusat pengumpulan logistik sebelum diberangkatkan menggunakan kapal-kapal penumpang Pelni.
Selain Surabaya, posko serupa juga disiapkakan di berbagai pelabuhan utama seperti Tanjung Priok (Jakarta) dan Makassar.
Ana Adiliya Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi dan mengawal kelancaran alur pengiriman bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak.
“Kami memastikan seluruh kesiapan infrastruktur pelabuhan, dermaga, fasilitas penunjang, hingga operasional bongkar muat di posko bersama berjalan lancar,” ujarnya.
Sejumlah jenis bantuan prioritas yang dibutuhkan warga terdampak bencana NTT meliputi sembako, tenda pengungsian, matras, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta air mineral.
Untuk pengiriman dari Surabaya, PELNI saat ini menyiapkan KM Tidar yang dijadwalkan bertolak pada Minggu (30/8/2026) pulul 15.00 WIB dengan rute Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Maumere.
Sebelumnya, KM Tidar juga telah memberangkatkan gelombang pertama bantuan pada 16 Agustus 2026 dan tiba di Maumere pada 19 Agustus 2026 untuk diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Selain KM Tidar, PELNI bersama Pelindo juga menyiagakan armada kapal penumpang lainnya seperti KM Awu, KM Gunung Dempo, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, dan KM Wilis guna memfasilitasi pengiriman logistik sesuai rute reguler dan pelabuhan singgah di wilayah NTT.
Ia memastikan, fasilitas pengiriman gratis tersebut dibuka dengan menyesuaikan kebutuhan tanggap darurat di lapangan dan arahan dari Pemerintah.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar bantuan logistik dari masyarakat dapat terdistribusi secara cepat, aman, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (ris/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

