Lebih lanjut, Mensesneg mengimbau seluruh masyarakat untuk mawas diri di tengah masa kemarau panjang (El Nino), dan menghindari hal-hal yang berpotensi memicu kebakaran.
“Tadi pagi juga kamk rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca (OMC). Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan menyatakan, sudah memerintahkan jajarannya untuk memaksimalkan operasi water bombing sampai api di lokasi kebakaran padam.
Dia menilai, metode pemadaman dari udara sangat vital untuk menjangkau titik api yang susah diakses melalui jalur darat.
Dalam kondisi cuaca normal, satu unit helikopter bisa melakukan 20 sampai 30 kali penyiraman selama satu hari.

NOW ON AIR SSFM 100

