Kamis, 3 September 2026

Pemkab Sidoarjo Beri Pendampingan Psikologis Santri Pascakeracunan MBG

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Proses pendampingan psikologis ke santri pascakeracunan massal akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026). Foto: Dinkes Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan pendampingan psikologis ke para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, pascainsiden dugaan keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pendampingan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, bersama Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Tanggulangin dan Puskesmas Jabon, Kamis (3/9/2026).

dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo mengatakan, pendampingan itu untuk memantau kondisi psikologis santri.

“Kami ingin memastikan kesehatan jiwa para santri juga mendapatkan perhatian. Melalui rapid asesmen ini, kami mendeteksi awal untuk mendampingi mereka apabila ada santri yang membutuhkan dukungan lebih lanjut,” jelas Lakhsmie dalam keterangannya, Kamis.

Sebagai informasi, dinkes mencatat jumlah santri dan siswa yang terdampak keracunan pangan setelah diduga mengonsumsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin mencapai 730 orang hingga, Kamis (3/9/2026) sore.

Kadinkes mengatakan, pemkab tidak hanya fokus pada pemulihan kondisi fisik santri, tetapi juga memperhatikan dampak psikologis setelah mengalami insiden tersebut. Para santri diberi ruang untuk menyampaikan kondisi dan perasaan yang mereka alami.

“Kami tidak hanya melihat kondisi fisiknya, tetapi juga psikologisnya. Anak-anak perlu mendapatkan rasa aman dan dukungan setelah mengalami situasi seperti ini. Jika dari hasil asesmen ditemukan santri yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, tentu akan dilakukan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya.

Rapid asesmen dan pendampingan dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, serta Balongdowo, Kecamatan Candi.

Lakhsmie menjelaskan, pendampingan dilakukan di dua tempat karena sebagian santri yang bersekolah di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, tinggal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Balongdowo, Candi.

“Jadi, kami memberikan pendampingan di kedua tempat itu agar asesmen dan perhatian terhadap kondisi kesehatan jiwa santri dapat dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.

Pemkab Sidoarjo berharap pendampingan tersebut dapat membantu proses pemulihan psikologis para santri, sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman. (bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 3 September 2026
27o
Kurs