Pemkot memastikan, sebelum Satpol PP turun ke lapangan, sosialisasi lebih dulu dilakukan Kecamatan dan Kelurahan yang berdialog dengan warga, PKL, maupun pasar tumpah.
Vykka Anggradevi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya menambahkan, penertiban PKL tidak pernah dilakukan secara mendadak. Menurutnya, perangkat wilayah lebih dulu melakukan pendekatan jauh hari sebelum penertiban berlangsung.
“Jadi kalau penertiban PKL ataupun pasar tumpah pasti sebelumnya jauh-jauh hari pemangku wilayah stakeholder Pak Camat ya terutama itu pasti akan melakukan sosialisasi. Itu pasti, jadi enggak mungkin serta-merta kemudian satpol pp turun langsung penertiban itu enggak,” kata Vykka dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, kata dia, Pemkot Surabaya tengah menyiapkan ribuan stan kosong di pasar dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang ada di Kota Pahlawan, untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) serta pedagang pasar tumpah yang terdampak penertiban.
Vykka mengatakan, fasilitas itu agar penataan kota tetap berjalan, tapi sumber penghidupan pedagang tidak dimatikan. Nantinya, pedagang yang ditertibkan akan difasilitasi masuk ke stan kosong yang disediakan PD Pasar Surya maupun SWK. Selain itu, stan yang disediakan tidak akan dikenakan biaya sewa alias gratis.

NOW ON AIR SSFM 100

