Ia mencontohkan Jakarta yang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,3 triliun untuk transportasi publik dari anggaran daerah sekitar Rp84 triliun. Selain itu, Kota Semarang juga disebut telah menerapkan alokasi minimal lima persen.
Meski demikian, Nyono menegaskan bahwa kemampuan anggaran setiap daerah berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung.
Ia menyebut, Pemprov Jatim telah memberikan dukungan pembiayaan bagi Trans Jatim. Namun, tambahan alokasi anggaran tetap dibutuhkan untuk memperluas layanan secara merata.
“Namun kami ingin agar Trans Jatim ini lebih membumi lagi, lebih dirasakan merata oleh masyarakat kita,” katanya.
Nyono menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan jaringan Trans Jatim.
NOW ON AIR SSFM 100

