Menurutnya, angkutan umum merupakan kebutuhan masyarakat yang harus mendapatkan dukungan secara berkelanjutan, bukan hanya menjadi program pada masa pemerintahan tertentu.
“Harapan kami adalah untuk keberlanjutan program. Siapapun pemimpinnya nanti akan melanjutkan program ini,” ujarnya.
Selain memberikan akses transportasi yang lebih luas, penguatan angkutan publik juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Nyono menyebut, berdasarkan hasil studi, penggunaan transportasi umum dapat membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan sekitar 15 hingga 20 persen.
“Karena kepentingannya bukan kepentingan politik dari pimpinan daerah, tapi ini adalah kebutuhan warga masyarakat,” pungkasnya. (iss/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

