“Ya, informasi awal seperti yang kami sampaikan di rilis pertama bahwa peristiwa itu meningkat dikarenakan ketidakhadiran, tapi sebelumnya rupanya mereka sudah ada cekcok-cekcok awal antara korban dengan pelaku. Nah, itu juga bisa kita temukan ada beberapa fakta di handphone-nya pelaku,” jelasnya.
Di sisi lain, penyidik juga mendalami potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan sadis ini. Roy menyebut dari hasil pra-rekonstruksi dengan 48 adegan, ditemukan celah yang memungkinkan adanya keterlibatan orang lain.
“Keterlibatan ini kan bisa di awal ya, pada saat dia punya keinginan untuk melakukan pembunuhan, apakah ada orang lain yang turut serta dengan cara apa, atau pada saat korban meninggal, harus itu ada pihak-pihak lain yang membantu menyembunyikan. Nah, ini yang kita masih terus dalami,” ungkap Roy.
Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah memastikan identitas sejumlah potongan tulang yang ditemukan di TKP merupakan miliki istri siri dan putra korban sesuai hasil pemeriksaan DNA di laboratorium forensik.
“Yang terbaru itu bahwa kan kita tadinya kita nggak yakin ini tulang siapa, ternyata tulang itu sudah kita temukan dan kita bawa laboratorium, hasil DNA-nya identik dengan keluarga korban,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)








