Jumat, 1 Mei 2026

Prabowo Bakal Kucurkan Kredit Usaha Rakyat Bunganya Hanya 5 Persen per Tahun

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI memberikan pidato saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres

Prabowo Subianto Presiden pada perayaan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026), mengungkapkan rencananya mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang bunganya hanya lima persen per tahun.

Prabowo menjamin, bunga tersebut tidak akan mencekik rakyat yang hidupnya sudah terhimpit ekonomi.

“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal lima persen satu tahun,” kata Prabowo Subianto di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Prabowo mengatakan, selama ini kredit yang diberikan kepada rakyat sangat memberatkan lantaran bunganya yang begitu besar.

“Selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang, bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjem uang, bunganya bisa 70 persen setahun,” ujarnya.

Perayaan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional yang dihadiri Prabowo Subianto Presiden, Jumat (1/5/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Selain itu Prabowo juga menanggapi tuntutan buruh yang menginginkan perumahan murah di daerah industri. Prabowo berjanji akan mengakomodasi tuntutan buruh pada May Day 2026.

“Tadi kalian mengatakan, penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak. Nanti kita, saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yg tadi 30 persen untuk kontrakan kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri,” ujarnya.

Soal jangka waktu cicilan, Prabowo berjanji memberi perhatian dan memudahkan para buruh untuk mencicil KPR, agar lebih fleksibel dengan jangka waktu yang panjang.

“Cicilnya 20 tahun, kalau gak bisa, 25 tahun kalau belum lunas 25 tahun, cicil 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun,” ujarnya.

Prabowo yakin, buruh dan pekerja di Indonesia akan tertib dan menjalankan kewajibannya sebagai kreditur, sehingga program bisa berjalan.

“Karena buruh tidak mungkin lari kemana mana. Petani dan nelayan gak mungkin lari kemana mana,” katanya.(lea/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
33o
Kurs