Sampai awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) sudah mencapai sekitar 79,56 persen, melampaui target yang direncanakan.
“Berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi menyebut, Kilang LNG Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia Timur.
Kehadiran proyek itu juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Proyek LNG Abadi Masela bisa berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 137,7 miliar Dollar AS sampai tahun 2055.

NOW ON AIR SSFM 100

