Kamis, 30 Juli 2026

Prabowo Presiden Lantik 1.204 Pramong Praja Muda Lulusan IPDN

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prabowo Presiden menyampaikan amanat kepada Pamong Praja Muda lulusan IPDN, Rabu (29/7/2026), di Kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Prabowo Subianto Presiden, hari ini, Rabu (29/7/2026), melantik 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33, di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Seribuan Pamong Praja Muda yang nantinya ditugaskan di lingkungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah seluruh Indonesia, terdiri dari 728 putra dan 476 putri.

Para Pamong Praja Muda yang berasal dari lintas daerah diharapkan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga harmoni sosial, serta memperkuat rasa kebangsaan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Dalam amanatnya, RI 1 mengingatkan para Pamong Praja Muda mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, serta berdedikasi tinggi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Menurutnya, kemajuan sebuah negara ditentukan oleh kualitas pemerintahan dalam negeri.

Artinya, birokrasi harus dijalankan secara profesional, disiplin, bersih dari korupsi, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat.

“Untuk sebuah negara kuat dan berhasil, negara itu memerlukan suatu pemerintahan dalam negeri yang unggul, yang efisien, yang disiplin, dan yang paling penting, pemerintahan dalam negeri yang tidak korup, yang cinta Tanah Air, yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden memberikan penghargaan kepada 10 siswa lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan prestasi para lulusan selama menempuh pendidikan di IPDN.

Penghargaan Kartika Astha Brata diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, sedangkan penghargaan Sapta Adhi Praja diberikan kepada 9 siswa terbaik lainnya.

Pemerintah berkomitmen mengedepankan penguatan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan pembangunan aparatur negara yang profesional, berintegritas serta berorientasi pada pelayanan publik.

Hal itu merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta menjaga regenerasi kepemimpinan aparatur pemerintahan, demi tercapainya visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.(rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 Juli 2026
28o
Kurs