Emil meminta agar perjalanan seluruh produk tetap dipantau setelah expo berakhir untuk melihat perkembangan dan pemanfaatannya ke depan.
“Saya pastikan bahwa keseluruhan 38 itu, saya mohon datanya. Kita akan sangat tertarik untuk bisa melihat perjalanan 38 karya ini ke depannya,” ucapnya.
Pihaknya ingin Jatim menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan teknologi tepat guna hasil karya mahasiswa, karena luasnya wilayah dan beragamnya persoalan masyarakat Jatim membuka ruang pengabdian yang sangat besar.
“Jadikanlah Jatim sebagai living laboratory untuk karya-karya nyata,” katanya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi. Namun, perlindungan kekayaan intelektual tersebut harus diikuti dengan proses pengembangan produk agar inovasi mahasiswa tidak berhenti pada tahap administratif.

NOW ON AIR SSFM 100

