Program tersebut, lanjut dia, juga menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi institusi yang berdampak bagi masyarakat.
“Keberadaan perguruan tinggi, termasuk kampus kita, terus berinovasi untuk menjadi kampus yang berdampak, untuk menjadi individu-individu intelektualitas yang punya dampak ke masyarakat secara langsung,” tuturnya.
Arin Setiyowati Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) Umsura mengatakan, seluruh produk tersebut saat ini diarahkan untuk memasuki tahap uji pakai sehingga dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan inovasi kegiatan yang dapat memberikan manfaat dan menjadi solusi atas permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa alat inovasi yang dibuat yakni mesin pemotong bawang, karbonisasi daun mangga, papan navigasi berbasis solar, mesin pengaduk dan pemecah pakan ternak, fogging mini pengendali populasi nyamuk, biochar bonggol jagung, hingga penggiling sampah organik. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

