Arrazi menambahkan, berdasarkan informasi dari keluarga korban yang sebelumnya juga sempat menjadi ABK di kapal tersebut, usia KMN Entok sudah tergolong tua.
Arrazi menjelaskan, selama ini pencarian difokuskan pada jalur yang biasa dilalui KMN Entok saat melaut, yakni perairan Kangean, Masalembu, dan Sumenep, hingga meluas ke arah utara menuju Banjarmasin, Palangkaraya, dan Jawa Tengah.
Meski demikian, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok maupun informasi terkait nasib kapal dan awaknya. Arrazi mengatakan, tim SAR gabungan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
Ia juga menyebut, salah satu kendala dalam pencarian adalah kapal tersebut diketahui belum dilengkapi peralatan komunikasi maupun navigasi seperti GPS tracker.
“Kalau kapal ini memiliki alat komunikasi atau navigasi, tentu bisa kami cek dan lacak posisi terakhirnya. Tapi karena tidak ada, ini yang membuat pencarian jadi lebih sulit,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

