Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas transportasi air. Sejumlah perusahaan pelayaran bahkan terpaksa membatalkan layanan pada beberapa rute akibat rendahnya permukaan air.
Di wilayah pegunungan Swiss tengah, persoalan ketersediaan air menjadi semakin serius. Warga di sekitar Gunung Pilatus, dekat Kota Lucerne, dilaporkan harus mendapatkan pasokan air minum menggunakan mobil tanker atau traktor setelah sumber mata air setempat mengering.
Sementara itu, Pemerintah Kota Solothurn memberlakukan larangan bagi petani untuk mengambil air dari sungai hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Krisis air tersebut terjadi di tengah periode panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Eropa. Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani menjadi negara yang mengalami dampak paling parah.
Emmanuel Macron Presiden Prancis pada 16 Juli mengatakan, negaranya menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

