“Kejadian kemarin (meluasnya kebakaran di Bromo) karena faktor kelerengan dan hembusan angin yang sangat tinggi akhirnya membuat api loncat,” tuturnya.
Untuk mempercepat dan memperkuat koordinasi penanganan, pemerintah juga membentuk incident commander dalam operasi pemadaman.
Raja Juli mengatakan keberadaan incident commander diharapkan membuat koordinasi kebutuhan, tantangan, serta langkah penanganan di lapangan menjadi lebih terstruktur.
“Tadi kami sudah rapat membuat incident commanders, semua kebutuhan dan tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan lebih baik,” katanya.
Dengan kombinasi pemadaman melalui udara dan darat, pemerintah berharap titik-titik api di kawasan Gunung Bromo dapat segera dikendalikan. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran operasi pemadaman dalam beberapa hari ke depan. (ant/saf/ham)









