Dari lima korban yang menceritakan dugaan pelecehan seksual oleh bos restoran Korea, Vena Naftalia kuasa hukum korban menyebut hanya dua orang saja yang melaporkan kasus itu ke pihak kepolosian.
Mereka adalah MAD (28) karyawan resto, dan SFU (24) asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah terduga pelaku. Sementara tiga korban lain tidak berencana melaporkan terduga pelaku.
Alasannya, karena ada korban yang saat ini telah tinggal di luar pulau. Sedangkan dua korban lainnya ingin menutup lembaran lama.
“Satu mereka alasannya karena sudah tinggal di luar pulau. Kedua, mereka ingin menutup lembaran lama itu dan sudah berjalan dengan lembaran baru,” katanya pada Sabtu (22/8/2026).
Selain itu, alasan ekonomi juga membatasi korban untuk melakukan laporan ke pihak kepolisian.

NOW ON AIR SSFM 100

