Hari ini, Jumat (28/8/2026), Tim Suara Surabaya bersama Jemaah Umrah Shafira Tour and Travel memasuki tahapan paling penting dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Sesudah empat malam menjejakkan kaki di Kota Madinah, siang hari waktu Arab Saudi, kami akan bergerak menuju Kota Makkah dan menjalankan rukun umrah.
Kalau sebelum-sebelumnya transportasi bus dari Madinah ke Makkah perlu waktu sekitar enam jam. Sedangkan kalau naik mobil pribadi atau taksi lewat jalan tol, waktu yang diperlukan sekitar 4 jam 25 menit.
Sekarang ada pilihan transportasi yang lebih hemat waktu buat para jemaah umrah/haji, yaitu Kereta Cepat Haramain (Haramain High-Speed Railway). Dengan kereta cepat, jarak tempuh dari Madinah ke Makkah sekitar 450 km hanya butuh waktu 2 jam 15 menit.
Nah, rencananya, Jemaah Umrah Shafira menuju ke Makkah dari Madinah naik Kereta Cepat Haramain, selepas mengambil Miqat Umrah ke-1 di Masjid Bir Ali.
Selanjutnya, kami mulai menjalankan rukun umrah di Masjidil Haram, yaitu Tawaf atau mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran yang dimulai dan berakhir sejajar dengan Hajar Aswad.
Kemudian, Sai yaitu berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali perjalanan mulai dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dan sebaliknya. Lalu yang terakhir, Tahalul yaitu mencukur atau memotong sebagian atau seluruh rambut kepala minimal tiga helai.
Menurut Ustaz Muhammad Yazid pembimbing ibadah umrah dan haji Shafira Tour and Travel, ada berbagai tantangan untuk para jemaah yang akan melaksanakan umrah.
“Antara lain, menata hati hanya untuk mencari rida Allah SWT. Tantangan lainnya, yaitu mempersiapkan fisik untuk menjalankan berbagai rukun umrah,” ujarnya di Madinah.
Sekadar informasi, Tim Suara Surabaya umrah bersama rombongan Jemaah Shafira Tour and Travel selama 10 hari, mulai 24 Agustus sampai 2 September 2026.
Di Madinah, kami sudah berkunjung ke sejumlah tempat-tempat penting dalam sejarah Islam seperti Masjid Nabawi, Makam Rasulullah, Raudhah, Masjid Quba dan Jabal Uhud.
Berikutnya, Minggu (30/8/2026), kami akan menjelajahi tempat bersejarah di Kota Thaif, yang berjarak sekitar 75 kilometer sebelah tenggara Kota Makkah.
Berdasarkan catatan sejarah, Nabi Muhammad SAW pernah mendatangi Thaif untuk berdakwah pada awal kenabian. Tapi, Rasulullah mendapat penolakan dan diusir oleh penduduk setempat.(rid/bil)

NOW ON AIR SSFM 100

