Rabu, 22 April 2026

Unesa Bongkar Praktik Joki UTBK, Satu Foto Peserta Ada di Dua SNBT Berbeda

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Martadi Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Rabu (22/4/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membongkar praktik joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari foto yang sama di dua pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang berbeda, yaitu 2026 dan tahun 2025.

Martadi Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa menyebut, kecurangan itu terungkap karena penelusuran data peserta menggunakan AI. Ditemukan foto yang sama dengan dua nama berbeda.

“Memang kemudian kami menemukan ada potensi sebuah foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen. Foto ini digunakan di dua SPMB yang berbeda. Tahun yang lalu dia sudah gunakan untuk tes yang tempatnya di Unair. Tetapi saat itu yang bersangkutan tidak datang,” bebernya saat diwawancarai awak media, Rabu (22/4/2026).

Joki pria itu berinisial H, usia sekitar 23-24 tahun, mengaku asal Surabaya.

“Awalnya bilang Madura, sesuai data pengguna joki itu, kemudian kami tes tanya pakai Bahasa Madura tidak bisa menjawab,” bebernya.

BACA JUGA: Wamendikdasmen Tinjau Kecurangan UTBK di Unesa, Tegaskan Blacklist Pengguna Joki Selamanya!

Kemudian, H diketahui tidak membawa dokumen pribadinya, hanya membawa KTP dan ijazah atas nama pengguna joki.

Unesa menelusuri ke pihak sekolah terkait, membenarkan ijazah itu benar, namun berbeda foto.

“Tapi hebatnya ijazah yang dibawa dengan foto yang diganti itu stempel basah. Sehingga, setelah kami telusuri dan kami yakin bahwa yang bersangkutan sudah ada pengakuan,” ungkapnya.

Setelah joki mengakui perbuatannya, Unesa melaporkan praktik kecurangan itu ke pusat dan kepolisian.

Atas pengakuan H, dia membantu calon mahasiswa asal Madura yang mendaftar jurusan kedokteran di salah satu PTN Jawa Timur.

“Yang kami adukan adalah mereka melakukan tes, dan menyalahi ketentuan tes menggunakan data palsu dan seterusnya. Kemudian, kalau nanti di kepolisian lebih lanjut akan meneliti tentang bagaimana pemalsuannya dan seterusnya itu ranah berikutnya ya. Sehingga, yang kami adukan itu,” bebernya.

Soal pengaduan untuk pengguna joki, kata Martadi, kampus memastikan yang bersangkutan tidak akan bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) manapun.

“Kami belum bisa mengadukan pihak yang di joki ya, karena kami belum punya dasar. Kalau kemudian nanti polisi mengembangkan lebih lanjut ya, untuk didalami dan kemudian dua-duanya ditemukan tindak pidana, ya tidak menutup kemungkinan akan berimbas bukan hanya pada yang menjadi joki, tetapi juga orang-orang yang memesan ya, kepada joki untuk masuk tes perguruan tinggi,” paparnya.

Temuan lainnya, dalam motor yang dipakai H, ada tumpukan blangko KTP siap cetak.

Diberitakan sebelumnya, Prof. Atip Latipulhayat Wakil Menteri Pendidikan dan Dasar Menengah (Wamendikdasmen) RI meninjau pelaksanaan UTBK di Unesa usai kecurangan terungkap kemarin.

Instruksinya, pengguna joki harus diblacklist selamanya dari segala jalur penerimaan mahasiswa PTN. (lta/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 22 April 2026
26o
Kurs