Minggu, 3 Maret 2024

Rahmat Erwin Persembahkan Tiga Medali Perak IWF Qatar Open untuk Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Rahmat Erwin Abdullah setelah penerimaan medali di International Weightlifting Federation (IWF) Grand Prix II Qatar Open di Doha, Minggu (10/12/2023) dini hari. Foto: NOC Rahmat Erwin Abdullah setelah penerimaan medali di International Weightlifting Federation (IWF) Grand Prix II Qatar Open di Doha, Minggu (10/12/2023) dini hari. Foto: NOC

Rahmat Erwin Abdullah Lifter Tim Indonesia sukses membawa pulang tiga medali perak saat bertanding di kelas 81 kilogram putra di International Weightlifting Federation (IWF) Grand Prix II Qatar Open di Doha pada Minggu (10/12/2023) dini hari.

Melalui keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, keping perak tersebut didapatkannya di angkatan snatch, clean&jerk, dan total angkatan. Rahmat membukukan total angkatan 362 kilogram (snatch 161 kilogram, clean & jerk 201 kilogram).

Ia terpaut 8 kilogram dari lifter Korea Utara Ri Chong Song yang membuat total angkatan 374 (snatch 165 kilogram; clean&jerk 209 kilogram).

Perunggu angkatan clean & jerk dan total angkatan diamankan atlet Turkmenistan Gaygysyz Torayev. Sementara untuk perunggu angkatan snatch diamankan Briken Calja dari Albania.

Lebih lanjut, Rahmat bersyukur pulang ke Tanah Air dengan membawa medali. Meski demikian, ia mengaku tak cukup puas. Terutama ketika ia belum berhasil mengangkat percobaan ketiga angkatan clean & jerk.

Usai berhasil mengangkat 201 kilogram pada percobaan kedua clean & jerk, Tim Pelatih menetapkan angkatan Rahmat di 210 kilogram untuk percobaan ketiga. Ketika Ri sukses mengangkat 209 kilogram di percobaan ketiga, tim pelatih pun menaikan target angkatan Rahmat menjadi 214 atau 13 kilogram dari angkatan keduanya.

“Alhamdulillah (pertandingan) berjalan lancar. Memang kita tahu lifter Korea Utara kuat di kelas ini. Jadi tadi saat percobaan ketiga angkatan clean & jerk, kita sudah pakai strategi tembak (angkatan) saja, makanya naiknya cukup lumayan dan sedikit grogi di panggung, tapi penampilan saya keseluruhan bagus, tinggal mempertajam saja hasil evaluasi penampilan saya di sini,” kata Rahmat.

Untuk di Paris, Rahmat sendiri diproyeksikan turun di kelas 73 kilogram. Terlebih saat ini, ia masih memimpin “Race to Paris” di kelas tersebut. Seperti yang diketahui, hanya top ten teratas yang berhak tampil di Paris, dan IWF hanya memberikan jatah satu lifter untuk setiap Komite Olimpiade Nasional di setiap angkatan.

“Turnamen di Doha merupakan kualifikasi Olimpiade Paris. Selanjutnya kami masih ada lagi di Tashkent dan Bangkok untuk tahun depan. Jadi saya harus berlatih lebih keras lagi, lebih menyiapkan fisik maksimal, dan berlatih lebih disiplin. Kalau tampil di kelas 81 kilogram ini lebih mencoba, melatih mental saya juga,” ujar Rahmat.

Saat ini, Indonesia telah meraih empat perak di Doha. Selain tiga keping perak Rahmat, satu medali perak lainnya dari Eko Yuli Irawan lewat angkatan snatch 61 kilogram putra. (feb)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
31o
Kurs