Menurut Sutono, turnamen di Tulungagung juga menjadi bagian dari upaya ABVI untuk melihat secara langsung potensi pemain muda.
Penampilan para peserta menjadi salah satu bahan dalam proses scouting untuk menentukan pemain yang berpeluang dikembangkan lebih lanjut.
“Nanti akan kami lihat lagi. Dalam scouting, kami melihat apakah ada pemain yang bisa masuk untuk tim profesional. Intinya seperti itu,” ujarnya.
Sutono menilai kualitas pemain pelajar dari Tulungagung dan Trenggalek cukup kompetitif. Ia bahkan melihat potensi cukup besar pada pemain putri. Menurutnya, sejumlah pemain putri memiliki bakat yang dapat dikembangkan untuk mencapai prestasi lebih tinggi.
“Hampir sama. Kalau kualitas pelajar dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya cukup bagus. Justru menurut saya pemain putri banyak yang memiliki bakat dan berpotensi berprestasi. Pemain putra juga bagus,” ungkapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

