Kamis, 29 Oktober 2020

Mujiaman: Rusun Surabaya Tidak Solutif, Waktu Tunggunya Sudah Sepuluh Ribu Kepala Keluarga

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Mujiaman Calon Wakil Wali Kota Surabaya no 2 saat bertemu warga RW 3 Gubeng Kertajaya, Minggu (18/10/2020). Foto: Istimewa

Mujiaman Calon Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 menyatakan, masih banyak masyarakat Surabaya yang tinggal di tempat yang kurang layak. Bahkan di jantung Kota Surabaya masih ada yang tinggal di kampung kumuh, tidak sedikit yang tidak punya hunian.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, di mana kondisi ekonomi masyarakat di Kota Pahlawan, menurut Mujiaman, semakin memprihatinkan.

Mantan Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya itu pun menegaskan, keberadaan rumah susun (rusun) yang dibangun Pemkot Surabaya tidak mampu menjadi solusi. Karena daftar tunggunya sudah mencapai angka 10 ribu KK.

“Pembangunan rusun harus didesain dengan baik, harus representatif, karena sekarang itu kapasitanya sekitar 200-300 KK saja,” ujarnya saat bertemu warga RW 3 Gubeng Kertajaya, Minggu (18/10/2020).

Menurutnya, masyarakat Surabaya perlu memahami bagaimana caranya Surabaya berubah lebih baik dan bisa naik level. Sebab, Surabaya saat ini masih belum baik sebagaimana penilaian banyak orang. Masih banyak masalah-masalah yang perlu diperhatikan serius.

“Saya akan berada di pihak rakyat, terutama di masa pandemi ini, apa yang perlu kita lakukan tentu menyiapkan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Pembangunan rumah susun, kata Mujiaman, harus menjadi solusi di tengah populasi masyarakat Surabaya yang luar biasa tinggi.

Dia menjabarkan data, pada 1945 silam populasi masyarakat Surabaya hanya berada di kisaran 250 ribu jiwa. Sedangkan pada 2020 sudah meningkat pesat menjadi hampir 3 juta jiwa.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Kita harus membangun Surabaya untuk 100 tahun yang akan datang, sudah ada formulanya untuk tata kota yang ramah,” kata Mujiaman.

Dia tegaskan, warga Surabaya yang tidak punya rumah atau tinggal di rumah tak layak huni harus menjadi prioritas pemerintah dan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.

“Mereka perlu ditangani dengan serius agar bisa merasakan pembangunan. Masih banyak warga yang tidak memiliki MCK, mereka perlu ditangani dengan baik,” katanya.

Joko Warga RW 3 Gubeng Kertajaya melihat, program Machfud Arifin-Mujiaman menyentuh masyarakat dan mengedepankan kepentingan rakyat. Karenanya dia mendukung Paslon Nomor Urut 2 di Pilwali nanti.

“Kita harus menangkan pak Machfud-Mujiaman, supaya berbagai persoalan di surabaya ini bisa tertanggani dengan baik, dan pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat,” katanya. (den/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
28o
Kurs