Selasa, 27 Oktober 2020

Golkar Kerahkan Mesin Partai Mengkampanyekan MA-Mujiaman Secara Kreatif di Medsos

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Pelantikan Pengurus baru DPD Partai Golkar Surabaya di Hotel Wyndham Surabaya, Minggu (18/10/2020). Foto: Istimewa

Arif Fathoni Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, dalam pelantikan pengurus DPD Golkar Surabaya di salah satu hotel, Minggu (18/10/2020), menyatakan, dia akan mengerahkan kader dan pengurus Partai Golkar di Surabaya untuk mengkampanyekan Machfud Arifin (MA)-Mujiaman Sukirno (MAJU) Paslon Nomor Urut 2 Pilwali Surabaya 2020 secara kreatif di media sosial.

“Kita ini menghadapi Pilkada di era pandemi, sehingga segala kampanye menjadi terbatas. Perlu ada kreativitas. Karena itu Golkar harus harus kreatif melakukan kampanye Paslon MAJU dengan kondisi yang ada. Salah satunya dengan inovasi kegiatan di medsos kader maupun pengurus agar kaum milenial bisa paham teknologi itu mengetahui 10 tahun pemerintahan selama ini,” ujarnya.

Lewat kegiatan di media sosial itu Golkar Surabaya ingin memberikan pemahaman kepada kaum milenial dan warga Surabaya secara umum kenapa Surabaya harus melompat lebih tinggi? Salah satunya dengan mengajak anak muda milenial mengikuti lomba foto dengan tema “Yang indah dan tersembunyi” untuk memotret Surabaya apa adanya.

“Kenapa kami kasih kis-kisi yang indah dan tersembunyi? Kita mengakui, 10 tahun kepemimpinan Risma itu ada baiknya. Nah, yang kurang juga pasti ada. Kalau ada masyrakat yang menganggap Risma sudah berhasil 100 persen membangun Surabaya, ya, Risma itu bukan malaikat. Nah, yang kurang itu nanti yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi Wali Kota Surabaya mendatang,” katanya.

Salah satu contohnya, kata Fathoni, masih ada sejumlah fakta yang ditemukan oleh Tim MA-Mujiaman yang memang belum tersentuh oleh pemerintahan Tri Rismaharini selama 10 tahun atau selama dua periode kepemimpinan, meskipun sejumlah taman di Surabaya dan bangunan megah berdiri memperindah Surabaya, terutama di tengah kota.

“Ini, lho, kota yang katanya kota terbaik se-Asia Tenggara, yang wali kotanya menjadi presiden UCLG-ASPAC, ternyata ada warganya yang tidak punya jamban. Ada warga yang tinggal di bangunan semi permanen. Artinya, walaupun Surabaya menjadi indah dengan taman dan bangunan di tengah kota, di sisi lain ada daerah di Surabaya yang infrastruktur dasarnya tidak ada,” ujarnya.

Melalui kegiatan lomba foto itu Golkar Surabaya ingin mengajak warga Surabaya untuk melakukan lompatan besar bersama Machfud-Mujiaman. Karena menurut Fathoni, Pasangan Calon lain di Surabaya hanya akan meneruskan apa yang sudah dilakukan Tri Rismaharini. Yang mana menurutnya, meneruskan Risma berarti meneruskan 10 tahun yang sudah ada seperti sekarang ini.

Machfud Arifin Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 hadir dalam pelantikan ini. Di hadapan kader dan pengurus Golkar dari semua keluarahan dan kecamatan di hotel itu, Mantan Kapolda Jatim itu berharap, orang-orang para pengurus Golkar di Kelurahan dan Kecamatan tidak diam saja ketika ada baliho Paslon MAJU yang diturunkan atau diambil diam-diam.

“Ojo meneng ae rek. Lek ono sing ambil-ambil baliho saya. Saya sebenarnya tidak apa-apa. Saya punya keyakinan sangat kuat pada diri saya. Boleh baliho saya diambili. Boleh baliho saya dihabisi. Tapi saya punya keyakinan, orang Surabaya butuh perubahan, dan itu sudah tertanam di dalam hati dan pikiran warga surabaya,” kata MA.

Dia meminta pengurus Golkar di berbagai daerah mengawasi penggunaan anggaran negara untuk kepentingan calon tertentu di Kota Surabaya. Dia menuding ada upaya penggelontoran uang negara untuk memenangkan calon tertentu di Surabaya. Termasuk dalam kegiatan melibatkan UMKM Surabaya via aplikasi zoom yang dihadiri wali kota dan calon yang didukung.

“Sampai nangis-nangis itu. Ada rekamannya. Mengundang UMKM di jam dinas, mengajak calon lain memanfaatkan zoom sampai nangis-nangis. Bilangnya, takut surabaya akan dipimpin orang yang akan merusak kota surabaya. Lho, yoopo iki? Heh? Ojo meneng ae. Saya tidak apa-apa. Yang penting kita punya keyakinan menang. Apalagi dengan dukungan delapan partai,” ujarnya.

Dia berharap kader dan pengurus Partai Golkar di tingkat kelurahan dan kecamatan di Surabaya segera bergerak. Karena waktu menuju hari pemungutan suara 9 Desember mendatang sudah tinggal 50 hari lagi. Tidak terlalu panjang. Karena itu dia berharap kader dan pengurus Golkar bekerja sungguh-sungguh bersama-sama supaya Partai Golkar memiliki Wali Kota Surabyaa.

“Ya, paling enggak saya menjalankan amanahnya Pak Adies Kadir 10 tahun lalu, sudah berdarah-darah menjadi wakil wali kota. Mudah-mudahan saya bisa menjadi wali kota dari delapan partai. Sekali lagi mudah-mudahan teman-teman bisa bersama-sama saya untuk bisa memajukan kota surabaya menjadi super team untuk membuat loncatan Kota Surabaya lebih maju lagi,” katanya. (den/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
30o
Kurs