Senin, 30 November 2020

Spirit Lahirkan Pengganti Risma, PDIP: Tak Terbeli Sembako dan Sarung

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Warga Surabaya yang mendukung Eri-Armuji membentangkan spanduk. Foto: Istimewa

Setelah Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan merilis keunggulan 6 persen hasil survei, warga kampung di Kota Surabaya semakin bersemangat mendukung Eri Cahyadi-Armudji Paslon nomor urut 1.

“Hawa kemenangan membuat warga kampung bersemangat memberi support Eri-Armudji. Spanduk dan baner bertebaran di kampung-kampung. Di jalan-jalan kecil maupun menempel di rumah-rumah warga,” ujar Adi Sutarwijono Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Rabu (28/10/2020).

Tempo hari, Adi bersama Eri Cahyadi bertemu warga masyarakat Wonokusumo, Semampir. Pertemuan di balai pertemuan kampung diikuti oleh perangkat kampung, kader perempuan, dan tokoh masyarakat setempat.

“Mas Eri Cahyadi membius warga. Pidatonya memukau. Mas Eri mampu membangun harapan masa depan Surabaya yang lebih baik, setelah masa bakti Walikota Bu Risma. Program-program kerjanya dipaparkan, dan tepuk tangan berulang-ulang dari warga masyarakat,” kata Adi.

Usai pertemuan, Adi blusukan di kampung-kampung. Ia menelusuri jalan-jalan sempit, perkampuan padat, dan bertemu dengan sejumlah tokoh kampung.

“Saya melihat atribut Mas Eri Cahyadi-Cak Armudji bertaburan di kampung-kampung. Para tokoh warga menyampaikan aspirasi berupa perbaikan jalan kampung, air bersih dan program bedah rumah. Saya pastikan, PDI Perjuangan dan Mas Eri-Cak Armudji akan menindaklanjuti aspirasi warga sampai tuntas,” kata Adi.

Di luar itu, pertemuan di berbagai kampung juga berlangsung. Ada yang dihadiri Mas Eri, di tempat lain Cak Armudji, di tempat lain tampil para politisi PDI Perjungan, para juru kampanye kampung yang telah dilatih oleh PDI Perjuangan. Bahkan RT, RW, dan LPMK yang menjadi juru kampanye Eri-Armudji.

“Luar biasa gairah politik masyarakat kampung di Surabaya untuk meneruskan seluruh karya kebaikan dari Walikota Bu Risma. Posko-Posko pemenangan terus bermunculan. Warga tidak pengin Surabaya dipimpin oleh figur yang salah. Warga ingin Surabaya ke depan dipimpin Eri-Armudji, yang dipersiapkan Bu Risma,” ujar Adi.

Dari penjelasan berbagai tokoh masyarakat dan tokoh perempuan, kata Adi, gairah politik warga perkampungan tidak mau digantikan oleh sembako atau sarung.

“Spirit kampung di Surabaya yang penuh rasa gotong royong, holopis kuntul baris, tidak terbeli dengan sembako, oleh sarung, atau macam politik uang lain. Spirit itu yang melahirkan pemimpin baru di Surabaya, dan tak terbeli,” ujar Adi. (bid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
27o
Kurs