Senin, 27 September 2021

PDIP Tambah Armada Ambulans, Mobil Jenazah, Hingga Kendaraan Angkut Air Untuk Baguna

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
PDI Perjuangan meluncurkan sejumlah kendaraan serbaguna berupa ambulans, mobil jenazah, hingga kendaraan roda tiga pengangkut, Selasa (27/7/2021). Foto: Istimewa

Untuk semakin memperkuat kerja-kerja Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), PDI Perjuangan meluncurkan sejumlah kendaraan serbaguna berupa ambulans, mobil jenazah, hingga kendaraan roda tiga pengangkut.

Peluncuran itu dilakukan secara virtual dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri Ketua Umum dan Hasto Kristiyanto Sekjen, serta seluruh jajaran DPP PDIP, Selasa (27/7/2021).

Kendaraan yang diluncurkan itu terdiri dari satu unit ambulans jenis Hiace, 1 unit mobil jenazah jenis Hiace, 7 unit ambulans Granmax, 2 unit mobil jenazah Granmax, dan 1 unit ambulans sepeda motor roda tiga.

“Mobil ambulans dan mobil jenazah menjadi bagian gerak kemanusiaan kita, kita tambah kekuatannya sehingga gerak PDI Perjuangan semakin bermakna dan menyentuh rakyat,” kata Hasto Kristiyanto saat peluncuran.

“Ini sangat penting apalagi di tengah pandemi covid ini. Kami berkomitmen terus berada di jalan kemanusiaan lewat kendaraan serbaguna ini,” tambahnya.

Selain itu, ada juga 2 unit sepeda motor roda tiga pengangkut sampah, 1 unit sepeda motor roda tiga tangki air, 1 unit sepeda motor roda tiga box, dan 5 unit sepeda motor listrik.

“Kami berkomitmen dengan lingkungan lewat kendaraan pengangkut sampah dan angkut air, sebagai komitmen kita terus bergerak menjaga sungai dan seluruh kehidupan agar tetap asri dengan gerak menanam pohon,” kata Hasto.

Sebuah video ditampilkan untuk menunjukkan sejumlah detail mengenai kendaraan serbaguna tersebut. Seluruh kendaraan terlihat diparkirkan dengan rapi di halaman kantor DPP PDIP.

Ditegaskan Hasto, Megawati Soekarnoputri memerintahkan, di tengah pandemi, terus memperkuat Baguna PDIP. Maka itulah pada 4 Agustus, akan dilakukan pelatihan kader partai untuk sadar bencana.

“Mengingat kita tinggal di ring of fire, kita kenal bencana basah dan kering, bencana akibat lingkungan, dan kebakaran hutan, juga global warming yang disebabkan ketidakpastian cuaca yang berdampak pada gagal panen,” kata Hasto.

“Justru karena rakyat sedang sulit karena pandemi, maka seluruh komitmen kerakyatan harus terus dilakukan dengan turun ke bawah, membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga kita, seperti lewat dapur umum, harus dilakukan sebaiknya,” pungkas Hasto.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs