Sabtu, 28 Januari 2023

Perundingan untuk Menentukan Capres dan Cawapres KIB Diprediksi Berlangsung Alot

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pimpinan Partai Golkar, PAN dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), melakukan pertemuan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/11/2022). Foto: Istimewa

Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum juga menentukan calon presiden yang diusung pada Pilpres 2024.

Hal itu karena tiap partai politik di KIB melirik kandidat capres yang berbeda-beda.

Ray Rangkuti Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah menilai, dinamika penentuan capres di KIB akan segera berakhir.

“Saya yakin KIB akan mengumumkan capres yang diusung dalam waktu dekat, maksimal Maret 2023 mereka sudah mengumumkan itu,” ujarnya di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Menurutnya, KIB sebenarnya sudah mempunyai nama calon yang akan diusung. Dia memprediksi kemungkinan besar capres berasal dari eksternal yaitu Ganjar Pranowo.

Sekarang, dinamika internal KIB lebih pada pembahasan siapa figur dari internal yang menjadi cawapres.

Di samping itu, Ray melihat ada kemungkinan KIB sengaja mengulur waktu mendeklarasikan capresnya untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing partai.

“Artinya apa? Mereka sudah punya figurnya, meski pun berbeda di calon wakil presiden. Level ketua umum yang ada di KIB menurut saya levelnya wakil presiden,” katanya.

Dinamika internal KIB, lanjutnya, tidak akan terlalu berpengaruh besar pada soliditas.

“Tentu akan ada kendala. Tapi, saya tidak melihat kendalanya akan sebesar yang dialami koalisi parpol lainnya,” tambah Ray.

Karena, kalau kehilangan salah satu anggota, maka koalisi lain akan bubar. Berbeda dengan KIB yang masih bisa bertahan dengan mencari pengganti parpol lain.

“Tapi kalau satu parpol pendukung KIB keluar, masih memungkinkan partai lain masuk ke dalam,” ujar pendiri Lingkar Madani itu.

Selain itu, parpol anggota KIB juga sama-sama duduk di barisan pendukung Pemerintah. Artinya, KIB menghormati arahan Joko Widodo Presiden.

Sebelumnya, sejumlah dewan pengurus wilayah Partai Persatuan Pembangunan mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo.

Muhammad Mardiono Plt Ketua Umum PPP mengatakan, sampai sekarang terdapat 14 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP yang mengusulkan nama Ganjar Pranowo supaya diusung menjadi capres pada Pilpres 2024.

Dia menyatakan, usulan dari kader-kader PPP di sejumlah daerah itu akan dibawa dalam rapat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

“Sekali lagi, kami akan bawa ke KIB nanti. Harapan saya ya kalau itu sama calonnya sudah menjadi keputusan nanti,” ungkapya. 

Sedangkan Relawan Amanat Indonesia yang mengklaim bentukan para pendiri Partai Amanat Nasional menyatakan mendukung Anies Baswedan maju sebagai calon presiden 2024.

“Dalam rangka menjembatani aspirasi konstituen PAN dalam pemilihan presiden, maka kami dari entitas PAN yang terdiri dari Para Pendiri/Deklarator PAN, Anggota DPR RI, Mantan Anggota DPR RI, Pimpinan/Pengurus, Kader dan Simpatisan PAN, telah membentuk ANIES atau Amanat Indonesia,” kata Sahrin Hamid Ketua Umum ANIES, Kamis (17/11/2022), di Jakarta.

Sementara itu, Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) menilai KIB percaya diri dengan soliditas internal koalisi dalam menghadapi Pilpres 2024.

“Tentunya KIB percaya diri sebagai poros solid sampai pendaftaran Pilpres 2024,” terangnya.

Soliditas itu, sambung Adi, karena keberadaan Golkar, PAN, dan PPP sama-sama di barisan pendukung pemerintah. Koalisi itu juga sudah mengantongi tiket untuk mencalonkan pasangan capres dan cawapres.

“Alasannya karena ketiga partai sama-sama pendukung Jokowi yang sudah genap ambang presiden 20 persen dan belum terlihat ada gejolak apa pun sampai sekarang,” sambungnya.

Dia menambahkan, kepercayaan diri itu terlihat dari pernyataan Ketua Umum Partai Golkar terkait adanya batas waktu bagi partai lain yang ingin bergabung dengan KIB.

Walau internal terus bergerak dinamis, KIB punya beberapa figur untuk dimajukan dalam Pilpres 2024.

“Yang jelas capres KIB ada nama Airlangga Hartarto yang definitif wajib maju. Tinggal nanti dikomunikasikan ke PAN dan PPP yang pastinya menyodorkan nama lain. PAN misalnya juga menyebut Zulkifli Hasan selain nama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Erick Tohir. PPP juga begitu ada figur lain yang disebut selain Airlangga,” tuturnya.

Untuk menentukan pasangan capres-cawapres, Adi yakin KIB bakal menempuh perundingan yang alot.

“Tinggal ketiga partai berunding, dari masing-masing jagoan capres yang disodorkan siapa kira-kira yang disetujui bersama maju pilpres. Tentu prosesnya alot,” pungkasnya.(rid)

Berita Terkait