Minggu, 26 Juli 2026

30 Tahun Kudatuli, Hasto Kenang Lima Korban Meninggal dan 23 Orang yang Masih Hilang

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat berpidato dalam peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli di kantor DPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: istimewa

“Hening untuk sekurang-kurangnya lima saudara kita yang telah gugur, Asmayadi Soleh, Suganda Siagian, Slamet, Uju bin Asep, dan Sariwan. Serta kita hening untuk 23 saudara kita yang hilang dan hingga saat ini tidak ada kepastian tentang nasibnya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh hadirin mengenang 149 korban luka serta mereka yang selama tiga dekade hidup dengan trauma akibat tragedi tersebut.

“Hening untuk 149 yang terluka dan untuk semua yang memikul luka itu dalam diam selama 30 tahun,” lanjut Hasto.

Dalam pidatonya, Hasto menilai Kudatuli menjadi simbol bagaimana kekuasaan digunakan secara represif pada masa Orde Baru untuk membungkam suara politik yang berbeda.

“Sebab apa yang terjadi saat itu sangatlah dahsyat. Kekuasaan otoriter Orde Baru mencoba membunuh demokrasi, mematikan kemanusiaan, dan mengubur keadilan,” tegasnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Minggu, 26 Juli 2026
28o
Kurs