Rangkaian peringatan diawali dengan pementasan Teatrikal Peristiwa Kudatuli yang dibawakan kelompok seni Teater Gates.
Pertunjukan tersebut menggambarkan penyerbuan kantor DPP PDI oleh massa kubu Soerjadi yang didukung rezim Orde Baru terhadap pendukung Megawati Soekarnoputri yang saat itu mempertahankan kantor partai.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Sidarto Danusubroto, Widiarsi Agustina, Ganjar Pranowo, Ribka Tjiptaning, Adian Napitupulu, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yasonna H. Laoly, Rudianto Tjen, serta tokoh pro-demokrasi Akbar Faisal. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan mengikuti jalannya acara secara daring.
Bonnie Triyana Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan mengatakan peringatan tiga dekade Kudatuli bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan memperjuangkan keadilan.
“Tiga puluh tahun berlalu sejak peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik balik perjalanan demokrasi Indonesia. Waktu boleh berjalan, tetapi luka sejarah tidak pernah benar-benar hilang selama keadilan belum sepenuhnya ditegakkan,” kata Bonnie.

NOW ON AIR SSFM 100

