Megawati menilai persoalan utama terletak pada struktur dan mekanisme PBB, khususnya Dewan Keamanan (DK PBB).
Menurut dia, desain kelembagaan PBB saat ini masih mencerminkan konfigurasi kekuatan dunia setelah Perang Dunia II, sementara peta geopolitik dan peradaban global telah berubah secara signifikan.
Ia menyebut reformasi PBB sebagai kebutuhan mendesak agar lembaga tersebut lebih mampu mewakili kondisi dunia saat ini dan menciptakan tatanan internasional yang lebih adil.
“Ayah saya adalah orang yang selalu meminta untuk yang namanya PBB itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus merubah diri. Karena itu dibuat ketika setelah Perang Dunia Kedua. Sekarang sudah beda peradabannya untuk supaya semakin ada keadilan,” kata Megawati.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga menggarisbawahi perlunya perubahan komposisi Dewan Keamanan PBB.

NOW ON AIR SSFM 100

