Jumat, 25 September 2026

DPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja Sipil Usai Pembunuhan Lima Pekerja di Papua

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mafirion Anggota Komisi XIII DPR RI. Foto: Antara

“Pembunuhan warga sipil ini bukan pertama kali terjadi di wilayah konflik seperti Papua. Warga sipil yang tak tahu menahu selalu menjadi korban. Mau sampai kapan konflik ini terus terjadi dan mengorbankan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik? Kami meminta pemerintah benar-benar memberikan jaminan rasa aman bagi setiap warga sipil yang bekerja di Papua,” tegasnya.

Mafirion mengingatkan bahwa serangan terhadap pekerja sipil tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghambat percepatan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat Papua.

Menurutnya, keberlangsungan proyek infrastruktur sangat bergantung pada jaminan keamanan bagi para pekerja di lapangan.

“Apabila para pekerja sipil terus menjadi sasaran, maka proyek-proyek pembangunan akan terganggu bahkan bisa terhenti. Akibatnya, masyarakat Papua yang justru akan dirugikan karena akses jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur lainnya menjadi terlambat atau bahkan mandek. Keamanan pekerja adalah syarat utama agar pembangunan dapat berjalan,” katanya.

Peristiwa penyerangan terjadi di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, saat para pekerja tengah beristirahat. Lima korban merupakan warga sipil yang sedang mengerjakan proyek pembangunan untuk kepentingan masyarakat.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 25 September 2026
27o
Kurs