“Pembunuhan warga sipil ini bukan pertama kali terjadi di wilayah konflik seperti Papua. Warga sipil yang tak tahu menahu selalu menjadi korban. Mau sampai kapan konflik ini terus terjadi dan mengorbankan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik? Kami meminta pemerintah benar-benar memberikan jaminan rasa aman bagi setiap warga sipil yang bekerja di Papua,” tegasnya.
Mafirion mengingatkan bahwa serangan terhadap pekerja sipil tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghambat percepatan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat Papua.
Menurutnya, keberlangsungan proyek infrastruktur sangat bergantung pada jaminan keamanan bagi para pekerja di lapangan.
“Apabila para pekerja sipil terus menjadi sasaran, maka proyek-proyek pembangunan akan terganggu bahkan bisa terhenti. Akibatnya, masyarakat Papua yang justru akan dirugikan karena akses jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur lainnya menjadi terlambat atau bahkan mandek. Keamanan pekerja adalah syarat utama agar pembangunan dapat berjalan,” katanya.
Peristiwa penyerangan terjadi di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, saat para pekerja tengah beristirahat. Lima korban merupakan warga sipil yang sedang mengerjakan proyek pembangunan untuk kepentingan masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

