Jaleswari menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut bukan sekadar kesalahan kebijakan yang terpisah, melainkan cerminan masalah mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Republik tidak lagi berdiri di tepi jurang, kita sudah berada di dalamnya,” ujar Jaleswari.
Ia menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran telah meretakkan kepercayaan antara negara dan warga, memperlebar ketimpangan antara pusat dan daerah, serta melemahkan sendi-sendi tata kelola pemerintahan.
Konferensi Republik juga mengingatkan bahwa risiko krisis fiskal, tekanan harga pangan, dan melemahnya kemampuan keuangan daerah dapat berkembang menjadi persoalan nasional apabila tidak ditangani secara serius.
“Konstitusi menempatkan kekuasaan pemerintahan di tangan Presiden; bila krisis itu pecah menjadi krisis nasional, tanggung jawabnya berada di pundak Presiden,” kata Jaleswari.
NOW ON AIR SSFM 100

