Menurut Nasaruddin, polemik tersebut juga mendorong Kementerian Agama untuk mengevaluasi aturan mengenai pemilihan rektor.
Dia mengakui belum mendalami secara khusus sejumlah aturan yang selama ini digunakan dalam proses pemilihan rektor.
“Saya juga akan mengevaluasi peraturan pemilihan rektor ini. Ada beberapa peraturan, mohon maaf saya harus jujur mengakui bahwa itu belum pernah mendalami secara khusus,” tuturnya.
Nasaruddin mengatakan aturan tersebut telah digunakan oleh para menteri agama sebelumnya dan selama ini tidak menimbulkan persoalan. Namun, munculnya polemik di UINSA membuat dirinya merasa perlu memeriksa kembali aturan tersebut secara menyeluruh.
“Dengan adanya masalah ini maka saya pribadi juga harus bertanggung jawab untuk mempreteli satu per satu. Saya tidak ingin kebobolan. Sejarah hidup saya di Kementerian Agama baru kali ini saya kebobolan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

