Selasa, 28 Juli 2026

PDIP: Mundurnya Gubernur BI Picu Sinyal Negatif Pasar, Pemerintah Harus Bergerak Cepat

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP (kiri) saat menjawab pertanyaan wartawan di Sekolah Partai Lenteng Agung Jakarta Selatan soal pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan respons negatif dari pasar yang harus segera dijawab pemerintah.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi meningkatkan ketidakpastian di tengah kondisi perekonomian.

Hasto mengatakan independensi Bank Indonesia merupakan hasil reformasi sistem ekonomi pascakrisis pada akhir pemerintahan Soeharto Presiden. Karena itu, prinsip independensi bank sentral harus tetap dijaga.

“Di dalam konstruksi tata pemerintahan negara, Bank Indonesia itu lahir dari bagian reformasi sistem ekonomi kita akibat krisis pada akhir kepemimpinan Pak Harto. Saat itu bank sentral juga sarat dengan begitu banyak intervensi. Maka reformasi melahirkan Bank Indonesia yang independen. Independensi inilah yang harus dijaga,” kata Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Hasto, reaksi pasar terhadap pengunduran diri Gubernur BI menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun DPR RI.

“Kalau kita melihat reaksi pasar, ternyata mundurnya Gubernur Bank Indonesia itu direspons negatif. Ketidakpastian dianggap makin tinggi, kemudian pasar juga bereaksi negatif. Ini adalah instrumen yang harus diperhatikan oleh pemerintah, termasuk oleh DPR RI. Reaksi pasar yang negatif ini merupakan instrumen yang paling jujur yang harus kita perhatikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mengatakan PDI Perjuangan mendorong pemerintah segera mengambil langkah untuk mengembalikan kepercayaan pelaku pasar. Menurutnya, kepastian arah kebijakan ekonomi dan politik, disertai penegakan supremasi hukum, menjadi faktor penting dalam memulihkan kepercayaan dunia usaha.

“Maka PDI Perjuangan mendorong agar dampak dari reaksi negatif itu cepat direspons oleh pemerintah, sehingga muncul suatu rasa percaya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik kita saling berkomplemen, yang juga didukung oleh keadilan dalam supremasi hukum, sehingga terjadi playing field yang sama dan ketidakpastian dalam dunia usaha bisa diperkecil,” kata Hasto.

Ia menambahkan, respons cepat dari pemerintah diperlukan agar stabilitas ekonomi kembali terjaga.

“Karena itulah PDI Perjuangan mendorong agar reaksi negatif dari pasar ini dapat dijawab dengan cepat dengan penuh rasa percaya diri agar arah ekonomi kita bisa kembali dipulihkan,” tuturnya.

Terkait pengganti Perry Warjiyo, Hasto menegaskan proses pemilihan harus mengikuti mekanisme yang diatur undang-undang dengan tetap menghormati independensi Bank Indonesia.

“Kalau di dalam mekanisme, karena BI adalah independen, nanti mekanismenya melalui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ada fit and proper test, dan harus dicari sosok yang betul-betul memahami aspek stabilisasi moneter kita dan bagaimana arah Bank Indonesia ke depan di dalam melihat juga ketidakstabilan perekonomian dunia,” katanya.(faz/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026
28o
Kurs