Sebagian besar pejabat senior di sekitar Trump disebut mendukung pendekatan diplomasi yang diusulkan Vance. Namun, Trump masih mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan operasi militer.
Sejumlah penasihat Gedung Putih juga dilaporkan menyalahkan Hegseth karena dianggap meyakinkan Trump bahwa perang Iran akan berlangsung relatif singkat.
Meski mendapat kritik dari internal pemerintahannya, Trump tetap membela Hegseth dan tidak menunjukkan keinginan untuk menggantinya.
Setelah hasil pemilu sela menunjukkan kekalahan Partai Republik, Trump mengakui bahwa konflik Iran turut memengaruhi pilihan pemilih AS, terutama karena kenaikan harga bahan bakar.
“Saya pikir itu sebagian besar benar karena perang tersebut membuat harga bensin naik sedikit dalam jangka pendek,” ujar Trump kepada wartawan, Rabu, ketika dimintai tanggapan mengenai penilaian Vance.
NOW ON AIR SSFM 100

