Ia mencontohkan respons pemerintah Indonesia terhadap protes Singapura terkait persoalan asap.
Menurutnya, terdapat tiga pejabat pemerintah yang menyampaikan pernyataan dengan sudut pandang berbeda sehingga berpotensi menimbulkan kesan tidak adanya satu sikap resmi yang konsisten.
Pertama, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur diplomatik. ASEAN dinilai dapat menjadi forum untuk membahas isu tersebut, sementara persoalan sensitif sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi tertutup.
Kedua, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyampaikan respons yang lebih konfrontatif dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mengirimkan asap, tetapi juga oksigen. Pernyataan tersebut merujuk pada peran hutan Indonesia dalam menghasilkan udara yang dibutuhkan negara lain, termasuk Singapura. Namun, pernyataan itu menuai kritik karena dinilai kontroversial.
Ketiga, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melontarkan ancaman untuk menghentikan pengiriman gas ke negara yang tidak menyukai Indonesia. Menurut Tantowi, pernyataan tersebut memperlihatkan nuansa emosional dan orientasi jangka pendek dalam merespons persoalan.
NOW ON AIR SSFM 100

