Bagi Tantowi, perbedaan pendekatan tersebut mencerminkan persoalan mendasar dalam komunikasi publik pemerintah.
Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi penyebabnya.
Pertama, no single narrative atau tidak adanya narasi tunggal. Pemerintah dinilai belum memiliki pesan utama yang disepakati bersama dalam merespons suatu isu. Akibatnya, masing-masing pejabat berpotensi menyampaikan pesan berdasarkan sudut pandangnya sendiri.
Kedua, lack of coordination atau lemahnya koordinasi. Tantowi menilai tidak adanya koordinasi yang memadai di antara para pejabat yang diberi mandat untuk menyampaikan informasi kepada publik dapat memunculkan pernyataan yang tidak sejalan.
Ketiga, lack of credibility atau persoalan kredibilitas komunikator. Menurutnya, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh sosok yang menyampaikannya. Figur yang memiliki persoalan kredibilitas atau tingkat penolakan tinggi dari publik dapat membuat pesan lebih sulit diterima.
NOW ON AIR SSFM 100

