Minggu, 9 Agustus 2020

Film Sexy Killers Diharapkan Dapat Menggugah Penyelamatan Lingkungan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Film Sexy Killers. Foto: youtube

Beberapa aktivis lingkungan berharap film Sexy Killers, yang populer dalam sepekan terakhir, bisa menjadi penggugah semangat bagi berbagai kalangan di Indonesia untuk ikut serta menyelamatkan alam.

Dede Ahdi Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/4/2019), berharap popularitas film berdurasi 1,5 jam yang menggambarkan dampak penambangan batu bara di Indonesia itu bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam memanfaatkan energi.

“Dengan populernya film ini, kami aktivis lingkungan juga berharap bisa mengubah arah kebijakan presiden yang terpilih dalam Pilpres 2019 dalam pemanfaatan energi yang lebih pro-lingkungan dan masyarakat,” kata Dede di sela aksi untuk memperingati “Hari Bumi”, yang dilansir Antara.

Film karya Dandhy Dwi Laksono yang menceritakan dampak kegiatan industri penambangan batu bara di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Jawa dan Kepulauan Karimunjawa terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar itu, juga diharapkan bisa menyegarkan kembali ingatan masyarakat Indonesia mengenai masalah eksploitasi batu bara.

“Faktanya, Indonesia masuk dalam sepuluh negara penghasil batu bara terbesar di dunia, tapi saya heran kenapa fakta-fakta di balik eksploitasi batu bara tampak timbul tenggelam di media, terutama pada generasi baru,” kata Riyanni Djangkaru, aktivis lingkungan pendiri gerakan penyelamatan ikan hiu Save Sharks.

Riyanni berharap efek film yang disaksikan 18 juta kali di YouTube setelah sepekan dirilis itu seperti bola salju di kalangan masyarakat Indonesia, mendorong semakin banyak orang menggali informasi dan fakta mengenai dampak eksploatasi tambang terhadap lingkungan dan warga sekitarnya.

“Selain itu, saya juga berharap presiden yang akan terpilih nanti bisa move on (beralih) dari energi batu bara ke energi yang terbarukan, seperti energi surya,” katanya.

Souisa Pegiat Marhaen Pecinta Alam (Marpala) Universitas Bung Karno juga berharap film itu tidak hanya mempengaruhi warga Indonesia, namun juga masyarakat dunia.

“Dengan begitu, upaya menekan eksploitasi batu bara yang berlebihan di Indonesia dapat semakin gencar dan rehabilitasi lingkungan yang rusak bukan tidak mungkin bisa terealisasi,” kata Souisa usai melakukan aksi teaterikal pada peringatan Hari Bumi di Balai Kota DKI Jakarta.

Sementara aktivis dan musisi penyuara isu lingkungan Khamdan Primandaru mengatakan film Sexy Killers menunjukkan bahwa eksploitasi batu bara secara berlebihan dan tidak sesuai aturan membawa dampak buruk bagi alam serta manusia.

Menurut pria yang bekerja sebagai penyuluh kehutanan itu, pemerintah harus menegakkan aturan dalam pengelolaan tambang batu bara dan pembangkit listrik tenaga uap untuk menekan pengaruh buruknya terhadap lingkungan.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Fabian Yudhistira

Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Surabaya
Minggu, 9 Agustus 2020
26o
Kurs