Sabtu, 28 November 2020

Wisatawan Tanpa Masker dan Sakit Dilarang Masuk Bromo

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Sugeng Wiyanto Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo mengatakan, wisatawan yang tidak pakai masker dan sakit dilarang masuk kawasan wisata Gunung Bromo.

Sebagaimana diketahui, Wisata Gunung Bromo yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) mulai dibuka secara terbatas pada Jumat (28/8/2020).

“Khusus untuk pintu masuk Kabupaten Probolinggo, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat,” katanya di Probolinggo.

Dilansir Antara, Sugeng bilang, empat pemerintah kabupaten meliputi Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang sudah rapat koordinasi bersama TNBTS.

Hasilnya, setelah reaktivasi, masing-masing Satgas empat kabupaten akan memantau wilayah masing-masing, dan TNBTS akan fokus di pintu masuk melibatkan tim yang dibentuk bersama.

“Wisatawan yang tidak pakai masker tidak boleh masuk kawasan Gunung Bromo, terlebih bagi wisatawan yang sedang sakit karena protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat,” tuturnya.

Reaktivasi wisata alam Gunung Bromo ini menerapkan persyaratan kunjungan yang sudah disusun Balai Besar TNBTS dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Syarif Hidayat Kasubbag Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai Besar TNBTS bilang, hari pertama Gunung Bromo dibuka tercatat sebanyak 176 wisatawan berkunjung.

“Kami juga tidak memperkenankan wisatawan mancanegara masuk kawasan Gunung Bromo sementara ini, sehingga hanya wisatawan domestik yang boleh,” katanya.

Selama berwisata, pengunjung juga diwajibkan menggunakan perangkat protokol kesehatan seperti masker, sarung tangan, cek suhu badannya, jaga jarak, dan tidak berkerumun.

Wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Bromo terbatas 20 persen dari total kapasitas daya tampung atau hanya 739 orang per hari. Jumlah pengunjung itu akan dievaluasi dan ditambah bertahap.

Dari total kuota 20 persen itu, untuk Penanjakan hanya 178 orang per hari, Bukit Cinta hanya 28 orang per hari, Bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari, Savana Teletubbies hanya 347 orang per hari, dan Mentingen hanya 100 orang per hari. (ant/dfn)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
29o
Kurs