Minggu, 3 Maret 2024

Dokter: Luka Akibat Infeksi Cacar Monyet Cenderung Sering Muncul di Area Genital atau Oral

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Cacar monyet.

Dokter Irma Rezky Ratu Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Pada Anak RSUD Jayapura mengungkapkan ciri-ciri lesi atau luka pada kulit yang terkena infeksi akibat cacar monyet (Mpox) berbeda dengan lesi infeksi penyakit lain.

“Lesi atipikal yang terkait dengan cacar monyet cenderung sering muncul di daerah genital atau oral. Hal ini menjadi salah satu pembeda dari jenis lesi yang timbul akibat infeksi ini,” kata Irma dilansir Antara, Jumat (1/12/2023).

Dia mengatakan, sejauh ini ciri khas lesi atipikal tersebut belum jelas untuk diidentifikasi sebagai lesi yang berasal dari penyakit Mpox. Namun, yang perlu diperhatikan adalah adanya kontak dengan penderita atau mereka yang diduga terkena Mpox.

“Hal itulah yang dapat menimbulkan kecurigaan bahwa lesi tersebut terkait dengan penyakit cacar monyet,” ujarnya.

Menurut Irma, penting untuk memperhatikan kelompok usia dan faktor orientasi seksual pasien yang terinfeksi. Karena, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok laki-laki usia produktif 18-40 tahun yang memiliki hubungan seksual dengan sesama jenis.

“Jumlahnya sekitar 90 persen. Jadi, selain faktor kontak, kita perlu memeriksa apakah pasien termasuk dalam kelompok ini atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, langkah pemeriksaan berikutnya adalah mengirimkan spesimen yang diambil dari pasien ke laboratorium untuk melakukan penelitian mendalam.

Proses itu bertujuan untuk mengidentifikasi dengan lebih detail jenis infeksi atau penyakit yang mungkin dialami oleh pasien tersebut dengan analisis yang lebih mendalam di laboratorium.

“Namun yang terpenting, kita perlu mencari informasi terkait kontak atau riwayat perjalanan pasien ke daerah atau negara yang tengah mengalami wabah cacar monyet.” jelas Irma.

Sementara itu, pada Selasa (28/11/2023) kemarin, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi jumlah kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia mencapai 59 kasus, dengan 36 kasus di antaranya telah sembuh.

Kemenkes juga tengah melakukan pembelian 4.000 dosis vaksin Mpox guna mengantisipasi adanya estimasi kasus yang dapat mencapai lebih dari 3.000 kasus pada tahun ini. (ant/feb/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs