Kondisi itu dapat membuat jaringan tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin atau disebut resistensi insulin.
Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi membantu sel tubuh menyerap serta menggunakan glukosa dalam darah sebagai sumber energi.
Ketika tubuh mengalami resistensi insulin, pankreas harus bekerja lebih keras dengan memproduksi lebih banyak insulin agar kadar gula darah tetap terkendali.
“Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kemampuan pankreas untuk memenuhi kebutuhan insulin dapat menurun. Pada saat yang sama, efektivitas insulin dalam mengendalikan gula darah juga berkurang sehingga kadar glukosa dapat terus meningkat dan berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2,” jelasnya dilansir dari Antara.
Karena itu, Sidartawan menilai pengendalian berat badan menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan risiko diabetes tipe 2.

NOW ON AIR SSFM 100

