Penanganan obesitas, kata dia, tetap perlu diawali dengan perubahan gaya hidup, terutama melalui pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik.
Namun, tidak semua pasien mendapatkan hasil optimal hanya melalui perubahan gaya hidup. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi obat, terutama bagi pasien obesitas yang juga memiliki penyakit penyerta seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau gangguan kadar kolesterol.
“Penggunaan obat harus berdasarkan indikasi medis dan berada di bawah pengawasan dokter. Obat bukan pengganti pola hidup sehat, tetapi dapat menjadi bagian dari terapi yang komprehensif,” ujarnya.
Perkembangan terapi diabetes juga menghadirkan pilihan pengobatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengendalikan kadar gula darah, tetapi dapat membantu pengelolaan berat badan. Salah satunya adalah kelompok obat GLP-1 receptor agonist dan terapi dual incretin.
Terapi tersebut antara lain bekerja dengan meningkatkan rasa kenyang, memperlambat pengosongan lambung, mengurangi nafsu makan, serta membantu mengendalikan kadar gula darah.

NOW ON AIR SSFM 100

