Meski demikian, Lorenz menekankan kunyit tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah besar untuk mendapatkan manfaatnya. Penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bagian dari makanan sehari-hari dapat memberikan manfaat secara kumulatif.
Kesehatan usus sendiri tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Asupan serat, kecukupan cairan, pengelolaan stres, serta keberagaman makanan dalam pola makan juga berperan penting.
Kunyit dapat menjadi salah satu pelengkap pola makan yang mendukung kesehatan usus, terutama jika dikombinasikan dengan kebiasaan lain seperti mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik, mencukupi kebutuhan serat, serta membatasi makanan olahan.
Kunyit dapat ditambahkan ke berbagai makanan dan minuman. Salah satunya dengan mencampurkannya ke dalam smoothie bersama buah-buahan seperti mangga dan pisang.
Kefir yang kaya probiotik juga dapat ditambahkan ke dalam smoothie tersebut. Sementara itu, lada hitam dapat digunakan sebagai pelengkap karena dapat membantu penyerapan senyawa dari kunyit.

NOW ON AIR SSFM 100

